Ruwat Laut Pulau Munduh Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Ditetapkan Jadi Agenda Tahunan, Perkuat Sinergi Warga dan Pemerintah
Kecamatan Ketapang - Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan bersama Kepala Desa Berundung gelar acara ruwat laut di Pulau Munduh yang merupakan salah satu tempat destinasi wisata di desa tersebut, acara berlangsung pada 07 Juli 2026
Acara tersebut di hadiri oleh Pejabat Pemerintah Kepala Desa Berundung beserta jajarannya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan Ariantoni, S.Sos., MM, didampingi Kepala Bidang Budidaya Sisrinaldi, S.Kom., M.M, Staf Dinas Perikanan Eka, Wahyu, beserta seluruh jajaran staf, PPL Perikanan Kecamatan Ketapang Amin Bunyamin, dan perwakilan Fasilitator Project IISAP Bidang Pengembangan Usaha, Herman Jaya, S.E.
Dan juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan dr. I Nyoman Setiawan, S.E., M.M dan Perwakilan Para pengurus dan anggota kelompok nelayan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mai yang juga selaku Ketua Pokdakan Berkah Jaya, Ahmad Zainuri dan Amirulloh perwakilan dari Pokdakan Way Sumber Makmur, Ustadz Ahmad Muhdi, Ustadz Wusto Pokdakan Bina Mina, Misni, Ustadz Sobir Pokdakan Windu Al Barokah, Sodikin (Pokdakan Minna Lestari), Abdullah Pokdakan Mino Yuwono dan juga tokoh masyarakat setempat.
Acara berlangsung dengan penuh tawajuh dan tertib di isi dengan berbagai rangkaian Acara dan Doa Harapan peramalan, pembacaan Surat Al-Fatihah, Dzikir dan Doa bersama yang khidmat
Dalam doa yang dipimpin langsung oleh Kyai Musonifan, Kyai Ali, dan Kyai Mustofa (tokoh agama Desa Berundung dan Desa Pematang Pasir), dipanjatkan permohonan khusus:
“Ya Allah, berikanlah kepada keluarga besar nelayan rezeki yang melimpah ruah dari hamparan laut yang Kau ciptakan. Jagalah kami senantiasa dalam keselamatan saat berlayar, jauhkanlah dari badai, ombak besar, dan segala marabahaya di tengah samudera. Berikanlah hasil tangkapan yang berkah, agar kami dapat menafkahi keluarga dan membangun desa kami dengan lebih baik.
Kami pun memohonkan kebaikan yang sama bagi para petambak dan pembudidaya: limpahkanlah hasil panen yang melimpah, udang dan ikan yang tumbuh sehat, serta jauhkanlah tambak dari wabah penyakit dan kerusakan. Jadikanlah hasil usaha kami semua sebagai rezeki yang halal, tumbuh berkah, dan membawa manfaat luas bagi seluruh warga Desa Berundung, Pematang Pasir dan sekitarnya dan juga memohon kemajuan pariwisata dan keharmonisan hidup bermasyarakat di wilayah ini”.
Ketua Pokdarwis, Mai menjelaskan Kegiatan ini tidak lepas berkat izin dan rahmat Allah SWT, serta kerasama antar keluarga besar nelayan parit 5 serta seluruh kelompok pembudidaya Desa Berundung melaksanakan kegiatan istimewa Ruwat Laut dan Doa Bersama di Pulau Munduh. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini secara resmi ditetapkan sebagai agenda rutinitas tahunan yang akan dilaksanakan setiap bulan Muharram/Syuro.
Pusat acara ditandai dengan penyajian Nasi Tumpeng Kuat, yang menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan kekokohan hati keluarga besar nelayan serta petambak Desa Berundung. Acara ini diselenggarakan dengan satu harapan utama: semoga dengan perlindungan Allah SWT, seluruh warga senantiasa dijauhkan dari bahaya, diberikan kelancaran rezeki, serta dijaga persaudaraan yang erat.
Kepala Desa Berundung, H.Sultan juga menyampaikan kata sambutan Kegiatan ruwat laut dan doa bersama di bulan yang penuh berkah ini adalah bukti nyata kekompakan kita. Sebagai tuan rumah, saya sangat bangga melihat nelayan, petambak, pelaku wisata, dan seluruh elemen masyarakat bersatu hati memohon perlindungan dan keberkahan Allah SWT. Semoga tradisi tahunan ini senantiasa menjaga kita dari bahaya, menyatukan langkah kita, dan membawa kemajuan nyata bagi Desa Berundung. Mari kita jaga laut, jaga persaudaraan, dan terus berjuang bersama!”
Di sesi acara tersebut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan Ariantoni, S.Sos., MM juga menyampaikan sambutanya:
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi langkah luar biasa dari seluruh warga Desa Berundung. Kegiatan ruwat laut ini bukan sekadar tradisi, melainkan bukti nyata bahwa kesuksesan kita tidak hanya dibangun dengan keterampilan dan kerja keras semata, melainkan juga dengan landasan iman, doa, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Laut dan tambak adalah sumber kehidupan utama bagi kita di Kabupaten Lampung Selatan. Karena itu, menjaga keharmonisan dengan alam, menjaga persaudaraan antar nelayan dan pembudidaya, serta memohon perlindungan Allah adalah kunci utama agar usaha kita diberkahi.
Saya bertekad bahwa Dinas Perikanan akan terus berdiri di samping kalian semua. Kami akan berikan bimbingan teknis, fasilitasi, dan dukungan sekuat tenaga agar potensi besar yang ada di Desa Berundung dan Pulau Munduh ini bisa berkembang maksimal. Semoga tradisi tahunan ini terus menjadikan kita pribadi yang rendah hati, pekerja keras, dan selalu bersyukur!”
Selain itu juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, dr. I Nyoman Setiawan, S.E., M.M turut menyampaikan dukungan penuh
“Pulau Munduh adalah permata tersembunyi yang luar biasa di wilayah Kecamatan Ketapang. Keindahan alamnya, kearifan lokal warganya, serta kekompakan yang kalian tunjukkan hari ini adalah modal utama untuk mengembangkan destinasi wisata yang berkelas dan berkelanjutan.
Saya sangat mengapresiasi tradisi ruwat laut ini. Pariwisata yang baik harus tumbuh beriringan dengan nilai budaya, keagamaan, dan rasa hormat terhadap alam. Dinas Pariwisata siap mendukung penuh pengembangan potensi wisata Pulau Munduh, mulai dari penyusunan rencana pengelolaan, pelatihan bagi Pokdarwis, hingga promosi agar semakin banyak orang mengenal keindahan dan kehangatan Desa Berundung.
Mari kita jaga pulau ini tetap asri, bersih, dan damai. Semoga kebersamaan hari ini membawa Pulau Munduh menjadi destinasi kebanggaan Kabupaten Lampung Selatan yang membawa berkah dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat!”
Setelah rangkaian ibadah dan sambutan selesai, suasana berubah menjadi penuh keceriaan. Seluruh tamu undangan dan warga menyantap hidangan jamuan bersama. Banyak warga yang membawa anak-anak untuk bermain dan mandi di pantai yang indah di sekitar Pulau Munduh. Sebagian lainnya memilih bersantai menikmati semilir angin laut, sambil menikmati hiburan musik karoke yang dihadirkan untuk menambah keakraban sesama warga.
Seluruh warga berharap tradisi tahunan ini senantiasa membawa berkah, melindungi laut dan tambak tempat mereka mencari nafkah, serta membawa kesejahteraan yang nyata bagi Desa Berundung dan Kabupaten Lampung Selatan.
( Penulis : Herman Jaya – Fasilitator Pengembangan Usaha Project IISAP KKP Kabupaten Lampung Selatan)