Budidaya Udang Vaname Tradisional Plus: Strategi Pokdakan Sidomakmur Mengoptimalkan Produksi
Lampung Timur– Budidaya udang vaname dengan sistem tradisional plus masih menjadi pilihan yang menjanjikan apabila dikelola dengan disiplin. Salah satu contohnya adalah tambak milik Pak Sulimin, Ketua Pokdakan Sidomakmur, yang menerapkan manajemen budidaya sederhana namun terarah.
Berdasarkan data budidaya, tambak ini memiliki 4 kolam produksi dan 1 kolam IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan budidaya.
Masing-masing kolam ditebar 75.000 ekor benur, sehingga total populasi awal mencapai 300.000 ekor.
Benur yang digunakan berasal dari indukan Syaqua yang diproduksi oleh salah satu hatchery skala rumah tangga di Kalianda, Lampung Selatan. Untuk menunjang pertumbuhan, petambak menggunakan pakan Haida yang dikombinasikan dengan perlakuan fermentasi setiap tiga hari sekali. Perlakuan ini bertujuan membantu menjaga kualitas air, meningkatkan aktivitas mikroorganisme menguntungkan, serta mendukung kesehatan udang selama masa pemeliharaan.
Hingga saat ini, tambak telah melakukan panen parsial sekitar 1,2 ton. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem tradisional plus masih mampu menghasilkan produksi yang baik apabila didukung dengan pengelolaan pakan, kualitas air, dan penerapan biosekuriti yang konsisten.
Keberadaan kolam IPAL juga menjadi nilai tambah karena membantu mengelola air buangan sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar. Langkah ini sejalan dengan prinsip budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari sistem biosekuriti, tambak juga menerapkan BSD (Bird Scaring Device) untuk menghalau burung pemangsa serta CPD (Crab Protecting Device) untuk mencegah kepiting masuk ke area budidaya. Kedua perangkat tersebut berperan penting dalam mengurangi risiko masuknya predator maupun potensi pembawa penyakit dari lingkungan luar, sehingga keamanan budidaya lebih terjaga.
Dengan pengalaman yang dimiliki Pak Sulimin sebagai Ketua Pokdakan Sidomakmur, diharapkan praktik budidaya yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi petambak lain, khususnya dalam mengoptimalkan hasil produksi melalui penggunaan benur berkualitas, manajemen pakan yang tepat, serta pemeliharaan kualitas air secara rutin. (Fasilitator Pasir Sakti - Lampung Timur)