“Semangat Minna Lestari: Dari Tambak Parit 5 Menuju Masa Depan Cerah “
Parit 5, Desa Berundung, Kecamatan Ketapang – Kabupaten Lampung Selatan, 6 Juli 2026
Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti tepi tambak di wilayah Parit 5 hari ini. Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minna Lestari baru saja menyelesaikan panen udang vaname yang sangat memuaskan—udang berukuran seragam, berwarna cerah, dan tumbuh dengan sehat. Lebih dari sekadar hasil tangkapan, momen ini adalah bukti nyata semangat pantang menyerah dan kebersamaan yang tak pernah padam dari para petambak di Desa Berundung.
Keberhasilan yang terlihat hari ini tidak datang dengan mudah. Di balik kilau udang hasil panen, ada pagi yang dimulai sebelum matahari terbit, ada waktu yang dihabiskan untuk memantau kondisi air hingga larut malam, serta ketabahan saat menghadapi tantangan seperti kenaikan biaya pakan, perubahan cuaca, maupun kerugian yang pernah dialami di masa lalu.
"Kami pernah ragu, pernah merasa berat, tapi kami tidak pernah berpikir untuk berhenti," ujar Ketua Pokdakan Minna Lestari, bapak Sodikin. Dengan senyum tulus. "Kami percaya tanah dan air di Lampung Selatan ini penuh potensi—asalkan kami mau saling bantu, mau belajar hal baru, dan berjuang bersama, pasti akan ada jalan yang baik."
Nama Minna Lestari sendiri menjadi cerminan semangat untuk bergerak maju bersama-sama, dan menjaga usaha ini agar tetap bermanfaat serta berkelanjutan untuk masa depan.
Di tengah rasa syukur, kelompok ini menyimpan harapan yang besar namun penuh tanggung jawab:
Pertama, mereka berharap kualitas hasil kerja keras ini dapat dihargai dengan harga jual yang layak dan terus meningkat, agar keringat yang diteteskan benar-benar sebanding dengan kesejahteraan yang diterima.
Kedua, kelompok berharap terus mendapatkan bimbingan dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak terkait—mulai dari fasilitator IISAP, penyuluh Perikanan PPL, Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan, hingga Pemerintah Daerah agar dapat terus mendampingi guna memperbaiki cara budidaya yang baik dan benar dan mengurangi risiko kerugian.
Dan ketiga, dengan tekad yang bulat, Pokdakan Minna Lestari berharap dapat menjadi bagian dari Proyek Infrastructure Improvement for Shrimp Aquaculture Project (IISAP). Ini merupakan proyek strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas budidaya udang nasional secara berkelanjutan yang didukung pendanaan ADB dan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bantuan dana stimulan dari proyek ini diharapkan dapat membantu memperbaiki sistem tata pengelolaan saluran air, menyediakan sarana budidaya yang lebih baik, serta meningkatkan kapasitas seluruh anggota kelompok pokdakan.
"Kami tidak meminta jalan yang mudah, "Kami hanya meminta kesempatan—karena kami siap bekerja lebih keras lagi, menjaga kualitas dengan sebaik-baiknya, dan menjadikan budidaya udang di sini sebagai kebanggaan Desa Berundung yang ada di Kabupaten Lampung Selatan."
Kisah Pokdakan Minna Lestari mengajarkan kita: tidak ada mimpi yang terlalu besar bagi mereka yang berani berusaha, dan tidak ada tantangan yang terlalu berat jika dihadapi bersama.
Dari tepi tambak sederhana di Parit 5, semangat ini menyebar menjadi harapan yang lebih luas—bahwa budidaya udang bisa menjadi mata pencaharian yang makmur, bahwa potensi daerah bisa dimanfaatkan dengan bijak, dan bahwa petani lokal adalah pelaku utama yang mampu membawa kemajuan bagi daerahnya.
Minna Lestari Maju Terus! Budidaya Jaya! Lampung Selatan Semakin Gemilang!
(Penulis : Herman Jaya- Fasilitator pengembangan Usaha Project IISAP Kabupaten Lampung Selatan )