Dari Tambak ke Toko Tani Tambak; Pembelajaran Dari Perempuan Petambak Bernama Eka Hasmawati
Upaya menyebarkan ide dan merintis potensi Toko Tani-Tambak adalah bagian dari membangun ekonomi pedesaan yang dapat membentuk konjungtor perekonomian Masyarakat dengan sumberdaya lokal yang tersedia seperti lahan dan pengelolanya, dalam hal ini tambak, ladang, sawah, petani, dan petambak. Hal ini tentu saja berangkat dari suatu pemikiran yang holistik, bahwa memulai pemberdayaan ekonomi dan penguatan masyarakat, mestilah berangkat dari analisis kekuatan lokal yang selanjutnya dipertemukan dengan kekuatan informasi dan peluang terbaru yang bergerak dari luar. Dalam konteks Toko Tani-Tambak Ibu Eka, satu hal yang menjadi catatan penting bagi penulis, bahwa ide dan gagasan dapat terimplementasi dan terkolaborasi bagi semua pihak, baik laki-laki dan perempuan dengan kesepahaman dan kesetimbangan bersama. Sehingga dengan demikian upaya pemberdayaan ekonomi dan penguatan masyarakat tidak bersifat eksplosif dan eksploitatif, tidak membenanmkan sumberdaya lokal tetapi mengorbitkannya dengan memadukan informasi dan potensi terbaru secara kritis, memantik inisiatif untuk bersama mengambil peran, dalam rel kerja sama dan rule keadilan, serta mempertimbangkan asas kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Tulisan ini menghadirkan satu perjalanan dari seorang Perempuan Petambak calon penerima manfaat Program Infrastructure Improvement For Shrimp Aquaculture Project (IISAP) bernama Eka Hasmawati (43 tahun). Rekaman dari Perempuan Petambak yang akrab disapa Ibu Eka ini, mengangkat satu pembelajaran bagaimana seorang petambak yang kini memiliki dan mengelola toko tani-tambak. Meski ini dimaksudkan sebagai sebuah pembelajaran, namun tulisan ini tidak diperuntukkan sebagai tools, sebab konteks, inovasi dan improvisasi menjadi variabel dan pertimbangan yang cukup dinamis di lapangan. Tulisan ini mengetengahkan semacam diseminasi, sebentuk upaya membagi informasi, menguarkan gagasan, dan menguatkan kebermanfaatan untuk sekurang-kurangnya menjadi spirit bagi insan pemberdaya.

Penulis; Asrul.
Penulis saat ini tergabung dalam Tim Fasilitator IISAP site Bulukumba.